Pembuat Topik: Panglima Besar Jenderal Soedirman  (Dibaca 2210 kali)

Kopral Cepot

  • Mapatih
  • Lurah Prajurit
  • *****
  • Offline Offline
  • Tulisan: 214
  • Abdi Dalem Sang Prabu
    • WWW
Panglima Besar Jenderal Soedirman
« pada: Maret 07, 2009, 08:36:07 »

Nama: Jenderal Soedirman

Lahir: Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916

Wafatl: Magelang, 29 Januari 1950

Agama: Islam

Pendidikan Fomal:
- Sekolah Taman Siswa
- HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)

Pendidikan Tentara:
Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor

Pengalaman Pekerjaan:
Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap

Pengalaman Organisasi:
Kepanduan Hizbul Wathan

Jabatan di Militer:
- Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal
- Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
- Komandan Batalyon di Kroya


Tanda Penghormatan:
Pahlawan Pembela Kemerdekaan

Dimakamkan:
Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta
« Edit Terakhir: Maret 07, 2009, 08:41:56 oleh cepot »
Tercatat
Biar Sejarah Yang Bicara .....
www.serbasejarah.wordpress.com

Kopral Cepot

  • Mapatih
  • Lurah Prajurit
  • *****
  • Offline Offline
  • Tulisan: 214
  • Abdi Dalem Sang Prabu
    • WWW
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #1 pada: Maret 07, 2009, 08:36:54 »
Pesan Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman

“Insjafilah! Barangsiapa mati, padahal (sewaktoe hidoepnja) beloem pernah toeroet berperang (membela keadilan) bahkan hatinya berhasrat perang poen tidak, maka matilah ia diatas tjabang kemoenafekan.”

"Angkatan Perang Republik Indonesia, lahir di medan perjuangan kemerdekaan nasional di tengah-tengah dan dari revolusi rakyat, dalam pergolakan membela kemerdekaan itu, karena itu Angkatan Perang Republik Indonesia adalah Tentara Nasional, Tentara Rakyat, Tentara Revolusi.


Ingat, bahwa prajurit Indonesia bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang menjual tenaganya karena hendak merebut sesuap nasi dan bukan pula prajurit yang mudah dibelokkan haluannya karena tipu dan nafsu kebendaan, tetapi prajurit Indonesia adalah dia yang masuk ke dalam tentara karena keinsyafan jiwanya, atas panggilan ibu pertiwi. Dengan setia membaktikan raga dan jiwanya bagi keluhuran bangsa dan negara.


Janganlah mudah tergelincir dalam saat yang akan menentukan nasib bangsa dan negara kita, seperti yang kita hadapi pada dewasa ini, fitnah yang besar atau halus, tipu muslihat yang keras atau yang lemah, provokator yang tampak atau sembunyi, semua itu insya Allah dapat kita lalui dengan selamat, kalau saja kita tetap awas dan waspada, memegang teguh pendirian cita-cita, sebagai patriot Indonesia yang sejati.


Dalam menghadapi keadaan yang bagaimanapun juga tetap jangan lengah, karena kelengahan dapat menyebabkan kelemahan, kelemahan menyebabkan kekalahan berarti penderitaan. Insyaf. Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara dan bangsa, yang didirikan di atas korban harta benda dan jiwa raga, dari rakyat dan bangsanya itu, insya Allah tidak akan dapat dilenyapkan manusia siapa pun juga".
« Edit Terakhir: Maret 07, 2009, 08:40:01 oleh cepot »
Tercatat
Biar Sejarah Yang Bicara .....
www.serbasejarah.wordpress.com

Kopral Cepot

  • Mapatih
  • Lurah Prajurit
  • *****
  • Offline Offline
  • Tulisan: 214
  • Abdi Dalem Sang Prabu
    • WWW
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #2 pada: Maret 07, 2009, 08:38:11 »
Jenderal Soedirman, Panglima Besar dan Pendakwah

Sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman patut menjadi contoh bagi kalangan muda bangsa ini. Selain memiliki rasa nasionalisme yang kuat, ia memiliki keimanan yang tinggi.

Dosen sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta A Adaby Darban menuturkan, sebelum masuk ke dunia militer, Soedirman adalah guru bagi temannya dan menjadi teladan di kalangan anak muda karena pernah aktif dan menjadi guru di Kepanduan Muhammadiyah Hizboel Wathon (Pembela tanah air), kemudian menjadi guru serta kepala sekolah di sekolah Muhammadiyah di Cilacap.

Selain menjadi guru, Soedirman adalah seorang muslim yang taat, pernah menjadi muballigh-juru dakwah. Ia dikenal sebagai juru dakwah yang mengedepankan pendekatan kultural dan persuasif yang rajin berkeliling di pedesaan dan perkotaan, dan bahkan juga mendirikan pusat dakwah. Pada saat telah menjadi Panglima pun Soedirman tetap suka mengaji di Pengajian Malem Selasa PP Muhammadiyah di gedung Pesantren Kauman Yogyakarta serta tetap tidak melupakan kegiatan dakwah di lingkungannya, ungkap Adaby Senin (10/11) di Yogyakarta.

Pengalaman aktif di Kepanduan Hizboel Wathon merupakan modal bagi Soedirman memasuki dunia kemiliteran. Karir kemiliteranya dimulai dari menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA) yaitu kesatuan militer yang dibentuk dan dilatih jepang. "Soedirman tumbuh dari persemaian muslim yang taat berkembang sebagai seorang guru sekolahan, guru masyarakat, dan guru militer yang handal," ungkapnya.

mo jadi penggemar Jenderal Soedirman di FB
http://www.facebook.com/note.php?note_id=45521086562&id=36084212897&index=0#/pages/Panglima-Besar-Jenderal-Soedirman/36084212897
« Edit Terakhir: Maret 07, 2009, 08:43:47 oleh cepot »
Tercatat
Biar Sejarah Yang Bicara .....
www.serbasejarah.wordpress.com

serunting

  • Bekel
  • **
  • Offline Offline
  • Tulisan: 68
  • Mangekyou Sharingan!
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #3 pada: Maret 10, 2009, 11:13:04 »
Sewaktu saya jalan jalan ke Museum Mandala Wangsit Siliwangi (Bandung), ada benda2 peninggalan Pak Dirman, ada yg asli dan ada pula yang replika. Benda yang serupa juga saya temukan di Museum Ksatria Mandala (Jakarta). Hampir di tiap kota besar ada nama jalan dengan nama Sang Jendral ini.

Btw, sewaktu bergeriliya, beliau sakit apa yah? sampe ditandu segala.
Tercatat
Happiness keeps u Sweet, Trials keep u Strong,
Sorrow keeps u Human , Failure Keeps u Humble,
Success keeps u Glowing, But only God Keeps u Going

LAVI

  • Kawula
  • *
  • Offline Offline
  • Tulisan: 9
  • Prayer for Survival
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #4 pada: April 21, 2009, 01:39:40 »
Sewaktu saya jalan jalan ke Museum Mandala Wangsit Siliwangi (Bandung), ada benda2 peninggalan Pak Dirman, ada yg asli dan ada pula yang replika. Benda yang serupa juga saya temukan di Museum Ksatria Mandala (Jakarta). Hampir di tiap kota besar ada nama jalan dengan nama Sang Jendral ini.

Btw, sewaktu bergeriliya, beliau sakit apa yah? sampe ditandu segala.
kanker paru-paru
Tercatat
"We will reign with righteousness for the benefit and happiness of the Siamese people"
King Bhumibol Adulyadej

Kopral Cepot

  • Mapatih
  • Lurah Prajurit
  • *****
  • Offline Offline
  • Tulisan: 214
  • Abdi Dalem Sang Prabu
    • WWW
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #5 pada: April 22, 2009, 02:44:06 »
Wew ternyata Jendral Soedirman itu, jendral termuda klo ngak salah beliau jadi jendral di usia 33 tahun... betul ngak ?
Tercatat
Biar Sejarah Yang Bicara .....
www.serbasejarah.wordpress.com

ah_ken

  • Kawula
  • *
  • Offline Offline
  • Tulisan: 9
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #6 pada: Juli 25, 2009, 03:15:12 »

Pengalaman Organisasi:
Kepanduan Hizbul Wathan


muhammadiyah sejati  ...
Tercatat
walau tangan tak lagi berjabat ...,
mata tak lagi bertatap ...,
tetapi hati tetap dekat ...,

elang

  • Kawula
  • *
  • Offline Offline
  • Tulisan: 3
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #7 pada: Agustus 19, 2009, 07:56:40 »
Jendral Soedirman sang patriot sejati.

Jendralnya kaum satri.

Salah satu mujahidin dari tanah jawa.

Ada yang lebih lengkap lagi nggak, sejarah tentang Jendral Soedirman. Masa cuma ini?????????

Allahu Akbar,

MAHABAN YAAAA RAMADHAN
Tercatat

lyceum_salf

  • Kawula
  • *
  • Offline Offline
  • Tulisan: 10
  • Dimanapun Kita Berada TUHAN Melihat Kita
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #8 pada: September 08, 2009, 02:29:57 »
Jenderal yang paling bagus Keislamannya.....

Nah loh jika Sang Jenderal yang sangat dihargai TNI ini begitu islamis, mengapa kok TNI terdegradasi dengan paham sekuler ??
Tercatat
Belajar dari siapapun, kapanpun, dimanapun

cecep

  • Kawula
  • *
  • Offline Offline
  • Tulisan: 5
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #9 pada: Oktober 10, 2009, 09:51:54 »
yupzz...LEBIH BAIK DI ATOM DARI PADA MENYERAH DENGAN CARA DIPLOMASI....!!!
Itulah pekik semangat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia ketika periode (menurut George Kahin) sebagai internal dynamic in the revolution. Jika dilihat sekilas memang itulah slogan yang populer dalam periode itu. Tetapi jika kita melihat keadaan pada waktu itu, kita sebenarnya tidak cukup mampu untuk melawan Belanda dan Sekutu melalui jalan perang fisik. Ada 2 alasan mendasar mengapa Indonesia lemah apabila melanjutkan perte,puran fisik. Pertama, logistik persenjataan Indonesia kalah telak dengan persenjataan Belanda dan Sekutu. ini menjadi kekhawatiran para pemimpin Indonesia karena berpotensi jatuhnya korban yang besar. Apabila begitu, siapa yang akan melanjutkan perjuangan Indonesia???. Yang kedua, Indonesia adalah negara bekas jajahan Belanda yang kemudia dikuasai oleh Jepang, ketika Jepang kalah otomatis seluruh negara yang dikuasai oleh Jepang diserahkan kepada sekutu. Disinilah fungsi diplomasi sebagai salah satu jalan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 
Sebenarnya peran diplomasi yang digagas oleh Sukarno dan Hatta yang kemudian dijabarkan oleh Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri pertama pada waktu itu sangat lah penting. Karena diplomasi itu adalah jalan satu-satunya bagi Indonesia yang baru merdeka untuk mendapatkan status de jure dari dunia Internasional. Hasan Wirajuda berkata: pada waktu itu Indonesia bukan hanya sedang menghadapi Belanda (penjajah) tapi Indonesia juga sedang menghadapi sistem internasional yang sulit ditembus. Jalan satu-satunya adalah dengan cara berdiplomasi baik itu diplomasi dengan Belanda, Sekutu ataupun dengan dunia Internasional. Jadi jangan lupakan peran diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
« Edit Terakhir: Oktober 10, 2009, 10:23:01 oleh cecep »
Tercatat

pithecanthropus

  • Kawula
  • *
  • Offline Offline
  • Tulisan: 2
Re:Panglima Besar Jenderal Soedirman
« Jawab #10 pada: Mei 18, 2010, 09:18:57 »
jenderal soedirman adalah pahlawan yang hebat walaupun sakit dia tetap berperang utk negra tercinta indonesia dia memang pantas uik suri tauladan dimasa sekarang
Tercatat