ShoutBox
|
|
|
Cari
|
|
|
Hot Topik
|
|
|
Top Board
|
|
|
Yg Online
|
-
Pengunjung Online: 8
-
Pengguna Online: 0
-
Pengguna tersembunyi: 0
-
Total Pengguna: 8
|
Informasi
|
|
|
Warta
|
Suka sejarah dimaksudkan sebagai media diskusi bagi para peminat sejarah, yang mau belajar sejarah, dan siapapun yang mau berbagi tentang kesejarahan baik yang bersifat keIndonesiaan maupun dunia.
"sejarawan yang baik melihat masa sekarang dalam perspektif masa lalu dan sebaliknya meneliti masa lampau untuk kepentingan masa kini dan masa depan. Ramalan seorang sejarawan lebih berkaitan dengan proses perjalanan sejarah yang sering kali berulang. L’histoire se repete, kata orang Perancis. Itulah sebabnya, di negeri yang dulu dikenal sebagai negara tirai besi, seorang negarawan Rusia, Krouchtjev, sempat berujar, “Sejarawan adalah profesi yang ditakuti penguasa karena mereka bisa membongkar masa lalu dengan penjelasan yang tak terbantah.”
|
 |
Sejarah Piala Dunia FIFA | 21 Jun 10 |
21:31:55 oleh ah_kenDilihat: 203 | Komentar: 1
Sejarah Piala Dunia FIFA
Piala Dunia bukanlah kejuaraan sepak bola internasional pertama. Sepak bola amatir menjadi bagian dari program Olimpiade untuk pertama kalinya pada tahun 1908. Pada tahun 1909 di Torino diselenggarakan sebuah turnamen sepak bola yang bernama Piala Sir Thomas Lipton. Italia, Jerman, dan Swiss mengirimkan klub mereka yang paling prestisius ke turnamen tersebut namun Persatuan Sepak bola Inggris (FA) menolak tawaran untuk ikut serta dalam kejuaraan itu.
Argentina, Jerman (kedua kali tersebut sebagai Jerman Barat), dan Brasil telah masing-masing memenangkan piala yang kedua itu dua kali. Meskipun begitu, piala yang saat ini masih belum akan "dipensiunkan" hingga plak namanya telah penuh diisikan dengan nama-nama negara pemenang, yang akan terjadi pada tahun 2038. Brasil dengan jelas adalah tim yang paling sukses dalam Piala Dunia secara keseluruhan setelah lima kali menjadi juara dan dua kali berada di posisi kedua sementara Italia berada di bawahnya dengan empat kali juara dan dua kali di peringkat kedua. Jerman, yang tiga kali menjadi juara dan empat kali menjadi juara kedua, adalah tim yang tersukses ketiga. Argentina dan Uruguay masing-masing dua kali menjadi Juara Dunia meski kemenangan Uruguay terjadi pada masa yang sudah lama, pada awal-awal tahun kejuaraan.
Ide melahirkan kejuaraan sepak bola dunia tercetus pada 1904 di Paris saat Konggres I Fédération Internationale de Football Association. Pada 1928, hasil usaha FIFA dan presiden persatuan sepak bola Perancis (FFFA), Jules Rimet dan rekannya Henri Delaunay, peserta kongres di Amsterdam memutuskan untuk melaksanakan ide tersebut. Setahun kemudian, FIFA secara resmi mempersiapkan sebuah kejuaraan bernama World Cup yang akan berlangsung setiap empat tahun. Pada kongres FIFA 17-18 Mei 1929 di Barcelona, Spanyol, Ur...
|
|
|
 |
Janisari – Saksi Superioritas Milter Islam di Abad Pertengahan | 29 Mar 10 |
Permohonan teman buat posting tentang JANISARI ... Yang Mau Nambahin Silaken
Janisari – Saksi Superioritas Milter Islam di Abad Pertengahan
Janisari (berasal dari bahasa Turki Utsmaniyah: ينيچرى (Yeniçeri) yang berarti "pasukan baru") adalah pasukan infanteri yang dibentuk oleh Sultan Murad I dari Kekalifahan Bani Seljuk pada abad ke-14. Pasukan ini berasal dari bangsa-bangsa Eropa Timur yang wilayahnya berhasil dikuasai oleh Turki. Utsmani Tentara ini dibentuk tak lama setelah Kekaisaran Byzantium kalah oleh Turki Utsmani. Alasan utama pembentukan laskar Janisari adalah karena tentara Turki Utsmani yang ada tidak memadai, terutama karena terdiri dari suku-suku yang kesetiaanya diragukan. Janisari awalnya adalah para tahanan perang (terutama yang asalnya dari Eropa Timur - Balkan) yang diampuni tetapi dengan syarat harus membela Kekaisaran Turki Utsmani.
Sejalan dengan waktu, untuk memastikan kesetiaan kesatuan ini, selanjutnya Sultan punya ide untuk merekrut pasukan Janisari ini dari budak yang masih bocah, sehingga mereka bisa diajari (didoktrin) untuk membela dan mengawal Sultan. Pada masa itu, pasukan Janisari ini adalah pasukan terkuat di dunia. Konon pasukan ini adalah pasukan yg pertama sekali memakai senapan.(yang kemudian ditiru oleh orang Eropa). Saat itu Turki memiliki persediaan mesiu yang cukup banyak (dimana pada saat itu di daerah lain masih langka). Pasukan ini adalah pasukan kedua setelah Mongol yang berhasil menjajah Eropa.
Janisari adalah brigade terpisah dari pasukan reguler Turki yang bertugas mengawal Sultan Dinasti Utsmani (Ottoman Empire). Sedangkan Bani Seljuk adalah Dinasti sebelum Utsmani. Utsman diambil dari pemimpin kabilah Osmani yg mempunyai kekuatan yang besar sewaktu Bani Seljuk masih berkuasa. Waktu Seljuk pecah, kabilah yang dipimpin Osmani menyatukannya kembali dibawah bendera baru. K...
|
|
|
 |
Adolf Hitler Meninggal di Indonesia? | 10 Mar 10 |
Adolf Hitler Meninggal di Indonesia? (1) Sosok dr. Poch yang Misterius
TEKA-TEKI kematian diktator Jerman Adolf Hitler, kembali jadi perbincangan hangat. Koran The Daily Telegraph pada 28 September 2009 menurunkan satu laporan, tengkorak yang selama ini diduga milik Hitler dan disimpan di Rusia ternyata, bukanlah tengkorak tokoh tersebut. Dalam Program History Channel Documentary, koran yang terbit di Inggris itu menjelaskan, tengkorak tersebut merupakan tengkorak perempuan yang meninggal di bawah usia 40 tahun.
Dengan informasi ini, semakin terbuka munculnya spekulasi seputar kematian tokoh Perang Dunia II tersebut. Selama ini, sebagian masyarakat dunia meyakini pemimpin Nazi (Nationalsozialismus) Jerman tersebut, tewas bunuh diri di salah satu bunker di Berlin pada 30 April 1945 bersama kekasihnya Eva Braun. Ketika itu usia Hitler 56 tahun.
Sebagian lagi beranggapan, Hitler berhasil melarikan diri bersama Eva Braun, kemudian menghabiskan masa tuanya di Brasil, Argentina, atau wilayah lainnya di Amerika Selatan. Masing-masing pihak mengemukakan berbagai argumen yang memperkuat dugaan mereka. Sejumlah dokumen diungkapkan dan para saksi pun berbicara.
Selain versi yang sudah lama dikenal dunia, terdapat versi Indonesia yang boleh jadi merupakan versi terbaru. Dalam versi itu dijelaskan tentang kemungkinan Hitler melarikan diri ke Indonesia dan meninggal di Surabaya. Dugaan ini didasarkan pada penuturan seorang dokter warga Bandung, Sosrohusodo.
Sosro adalah dokter lulusan Universitas Indonesia. Dia menuliskan pendapatnya pada satu artikel di Pikiran Rakyat pada 1983. Kemudian pada 1994 saya bertemu dengan Sosrohusodo. Hasil wawancara itu dimuat Pikiran Rakyat pada 24 Februari 1994 dalam bentuk artikel yang cukup panjang. Artikel itulah yang kemudian wara-wiri di dunia maya belakangan ini.
Pertemuan dengan Sosr...
|
|
|
 |
Ki Carpah Legenda yang Terasing | 10 Mar 10 |
Maestro Tari Topeng Ki Carpah Legenda yang Terasing
Hujan mengguyur deras ketika siang tengah hari itu, Carpan (70) asyik duduk di lantai depan rumahnya. Musik tarling dangdut mengalun keras-keras dari dalam rumah. Ki Carpan seolah-olah enggan siang itu telinganya dipenuhi bunyi air hujan, yang menerpa genting dan halaman.
Dari musik yang diperdengarkan, darah muda tampak masih mengalir deras di dalam tubuh lelaki kurus yang usianya telah senja itu. Bagi Carpan, bukan soal tarling dangdut. Dia hanya ingin mendidihkan darah supaya tubuh tuanya tidak kedinginan."Aku hanya tidak ingin darah yang mengalir di tubuhku membeku," ujarnya dalam bahasa Jawa Dermayu khas.
Carpan memang mutiara yang terpendam. Dia sebenarnya salah seorang penari topeng, yang juga berhak memegang gelar kehormatan sebagai maestro. Hanya saja, namanya jauh tenggelam oleh kepopuleran Mimi Rasinah dan Wangi Indria.
Pada 90-an, ketika maestro topeng Cirebon seperti Sawitri (Losari) dan Sujana Arja (Selangit), menikmati taburan panggung, Carpan seperti tak tersentuh. Begitu juga di masa-masa berikut ketika Rasinah dan Wangi Indria berpindah -pindah menari topeng, dari satu negara ke negara lain di Eropa, Carpan tak banyak dikenal orang. Dia pernah diajak pentas di Bali, Bandung dan Jakarta, tetapi tidak sebagai tokoh utama pementasan.
Padahal, sosok Carpan sangat dihormati oleh sesama penari topeng baik Indramayu maupun Cirebon. Di kalangan penari topeng, Carpan dianggap sebagai pemegang tongkat warisan topeng klasik pesisir pantai utara (Pantura) Jawa Barat.
Rasinah misalnya, bahkan meminta cucunya Aerly dan suaminya Ade, menimba ilmu ke Carpan. Begitu juga Wangi yang mengakui tari topeng Carpan sebagai yang orisinal dan murni, tanpa bercampur dengan khazanah tari lain seperti tayub yang memengaruhi gerakan tari topeng pesisir utara.
Nasib kurang berpihak kepa...
|
|
|
 |
”Panambah” Dalam Tembang Sunda Cianjuran | 01 Mar 10 |
MENURUT Apung S. Wiratmadja dalam buku Salawé Sesebitan Hariring (PT Kiblat Buku Utama, Oktober 2009), Nyi Mas Saodah selain dikenal sebagai penembang Sunda Cianjuran yang andal pada zamannya, juga dikenal sebagai pembuat rumpaka (lirik) panambah yang jempolan. Salah satu lirik panambah yang ditulis Nyi Mas Saodah yang hingga kini masih ditembangkan oleh para penembang Sunda Cianjuran adalah Pupundèn Ati. Lirik maupun pola lagu panambah dalam tembang Sunda Cianjuran posisinya di luar lirik maupun pola lagu yang ketat seperti yang terdapat dalam papantunan, jejemplangan, dedegungan, rancagan, kakawén, dan mangu-mangu. Masing-masing wanda tersebut mempunyai ciri yang mandiri. Ini menunjukkan bahwa nenek moyang Ki Sunda dalam berkarya seni cukup kreatif. R.A.A. Kusumaningrat merupakan salah seorang tokoh yang mengkreasi tembang Sunda Cianjuran pada zamannya. Kesenian ini pada awalnya tumbuh dan berkembang di Kabupaten Cianjur yang kemudian menyebar ke berbagai pelosok dunia.
Pada dasarnya, bila teks lirik panambah dibaca secara sungguh-sungguh, kita akan melihat teks tersebut tidak lebih dari puisi bebas yang kaya dengan makna. Lirik panambah yang ditulis oleh Nyi Mas Saodah, Pupundén Ati, memberikan gambaran kepada kita tentang kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, sekalipun nakal adanya. Lirik tersebut berbunyi demikian:
Duh anak ibu nu geulis pupundén ati geus bila ulin geus capétang jeung ngopépan teu wéléh deudeuh najan bangor tolohéor tambah kanyaah saréngkak saparipolah
Dalam percakapannya dengan penulis beberapa waktu lalu, Apung yang juga dikenal sebagai tokoh tembang Sunda Cianjuran kenamaan dari Kota Bandung mengatakan bahwa lirik yang ditulis oleh Nyi Mas Saodah dalam bait pertama itu adalah lirik yang mampu menggambarkan sekaligus membangkitkan ingatan kita akan rasa kasih sayang yang mendalam dari seorang ibu terhadap anaknya. Lirik yang...
|
|
|
|